Selasa, 29 Desember 2009

Tugas Soft Skill 3

Demokrat: Koalisi Beri Angin 'Gurita Cikeas'

VIVAnews - Demokrat menduga ada kepentingan politis di balik penulisan buku 'Membongkar Gurita Cikeas' karangan George Junus Aditjondro. Meski tidak ingin menuduh, Demokrat mensinyalir mereka yang kalah dalam pemilu lalu diduga memiliki kepentingan. Bahkan oleh koalisi.

"Itu sangat simetris dengan cara-cara orang yang tidak mengakui kekalahan. Tapi jangan menuduh, kelihatannya memang simetris benar," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Amir Syamsuddin dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 30 Desember 2009.

Amir menilai, ada orang-orang atau pihak-pihak yang masih tidak puas dengan kekalahan pemilu lalu. Padahal, proses yang berlangsung itu sudah sesuai mekanisme dan peraturanyang berlaku.

"Sudah melalui satu proses, sudah diuji di Mahkamah Konstitusi (MK)," ujar dia. Amir melihat, ada beberapa pihak yang masih tidak legowo dalam pemilu kemarin. Bahkan, diduga penulisan buku itu juga atas 'lampu hijau' dari koalisi Demokrat.

"Di situ saya lihat. Mereka diberi angin oleh teman-teman koalisi yang berperilaku destruktif dan aneh. Disemangati. Sudah saatnya Demokrat harus bersikap," jelas Amir.

Seperti diketahui, Pansus Century menjadi salah satu pihak yang ikut memburu keberadaan buku karangan Aditjondro. Mereka yang berada di dalam Pansus Century adalah termasuk partai-partai yang berkoalisi dengan Demokrat saat mengusung pasangan SBY-Boediono.

Minggu, 27 Desember 2009 pansus century memborong buku dari penerbitnya, karena buku tersebut secara misterius hilang dari peredaran.

Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus, dalam bincang-bincang dengan VIVAnews, mengakui anggota pansus sudah memesan secara khusus ke penerbit.

"Jumlahnya 50 eksemplar, tadi siang sekitar jam 11.00 WIB pesannya," ujar Julius kepada VIVAnews, Minggu 27 Desember 2009.

ismoko.widjaya@vivanews.com

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com